Selasa, 12 Mei 2015

Membenahi Pasar-pasar Tradisional Kota Medan menjadi surga belanja bagi wisatawan

Kota Medan dikenal sebagai kota surga berbelanja bagi wisatawan manca negara khususnya Malaysia dan Singapura tetapi pasar-pasar di medan tidak dikuti dan tidak diimbangi dengan kenyamanan di tempat-tempat perbelanjaan pasar tradisonal yang ada di Medan.Lazimnya pasar tradisonal di Medan terkesan kumuh,kotor,semrawut dan bau adalah merupakan hal yang biasa dan merupakan stigma buruk yang dimiliki Medan sejak lama, tetapi walaupun begitu pengunjung masih tetap setia untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional yang ada di Medan,tetapi tak jarang pula sekarang ini sudah banyak yang beralih untuk berbelanja ke pasar modern karena tingkat kebersihan dan strilnya lebih terjamin.
Stigma kumuh,kotor,semrawut dan bau yang melekat pada pasar tradisional di medan diantaranya dilatarbelakangi oleh perilaku pedagang dan pengelola pasar itu sendiri yang tidak bisa bertindak tegas dan terkesan membiarkan pasar-pasar tradisional di Medan apa adanya. Umumnya pasar tradisonal di Medan adalah dikelola oleh PD.Pasar di bawah naungan Pemko Medan. Perilaku pedagang sebenarnya secara bertahap bisa dibenahi dan diperbaiki maka cepat atau lambat pasar-pasar tradisonal di Medan akan bersih dan Indah jika ada kemauan yang kuat dari pengelola pasar.
Pasar tradisonal di Medan seperti yang berada di jalan sutomo, pasar Suka ramai, Sei Sikambing, Brayan tak ubahnya seperti pasar ditengah sawah yaitu berlumpur dan becek. Hal ini sungguh Memprihatinkan dan seolah pemko Medan tak ambil pusing dengan keadaan seperti itu.


Pasar-pasar Tradisional di Medan kumuh, jorok,becek

Seperti gambar yang tertera diatas dimana pasar tradisional tersebut seolah dibiarkan semrawut apa adanya seperti pasar Sei sikambing, Suka ramai, Simpang limun dan lain sebagainya para pedagang dibiarkan membuka lapak dagangannnya hingga ke badan jalan, sehingga menyulitkan bagi pengguna jalan dan hal ini merupakan salh satu stigma buruk bagi kota Medan.
Pasar Petisah, dan Pusat Pasar adalah merupakan Pasar Tradisional dan terbesar di kota Medan dan gedungnyapun sudah memadai tetapi pengelolaanya sangat minim, hal ini terlihat dari semrawutnya tata letak barang-barang pedagang dimana bagian depan (beranda), lorong dan tangga dijadikan lapak sehingga mengakibatkan akses untuk pembeli jadi sempit dan terkesan semrawut. Kebersihan Pasar Petisah maupun Pusat Pasar sangat memprihatinkan dimana pengecatan gedung seolah tak pernah di perbaharui, Tangga eskalator rusak dan berkarat, kamar mandi jorok, parkir tidak teratur, lampu-lampu dibiarkan mati, taman rusak sehingga kesannya pengelola tak peduli dengan hal ini. seharusnya PD pasar harus berkomitmen menjaga kedua pasar ini agar pengunjung tetap ramai dan bisa dijadikan surga belanja bagi wisatawan. seharusnya kedua pasar terbesar tersebuti harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari tempat pemotongan ayam, tempat penampungan sampah, instalasi air bersih, tempat penjualan sayur, ikan hingga lokasi parkir yang luas. Jika di kelola dengan sumber daya manusia yang baik maka kedua pasar ini pasti bisa bersaing dengan pasar-pasar modern yang ada di Medan dan pengunjung maupun wisatawan akan banyak yang berkunjung ke Medan.
di Medan ada lagi pasar tradisional yang cukup tersohor sampai ke Malaysia yaitu pasar ikan lama, walaupun namanya pasar ikan tetapi pasar ini tidak ada jual ikan melainkan hanya menjual jenis kain saja, pasar ini pun seolah tidak ada perubahaan yang berarti dari masa ke masa, seharusnya pasar ikan ini harus ada perhatian khusus dari pengelola seperti lahan parkir dimana lahan parkir pasar ini hanya mengunakan bahu jalan raya di bagian pinggir yang seharusnya di gunakan bagi pejalan kaki, jika pengelola pasar ikan ini ada ide pasti bisa yaitu seperti dengan memanfaatkan rel kereta api sekitar stasiun bisa di jadikan lahan parkir dengan membangun gedung bertingkat diatas rel kereta api tersebut tanpa menggangu perlintasan kereta api.
Pasar ikan sudah perlu dibangun bertingkat dan mengikuti perkembangan jaman dimana pembangunan di modernkan yaitu  di buat gedung bertingkat dan bisa di jadikan satu gedung atau satu atap dengan stasiun kereta api. dan demi mempercantik dan memodernkan pasar ikan lama ini perlu dibangun sebuah terminal mini bagi bus kota yang aksesnya sejalan dengan stasiun kereta api hal ini akan membuat pengunjung lebih mudah menjangkau pasar ikan lama dan pengunjung pasti betah berbelanja di pasar ikan ini dengan segala kemudahan fasilitas yang di tawarkan pengelola, untuk mewujudkan pasar ikan lama menjadi pasar tradional yang modern memang harus di pacu dengan kemauan yang sangat tinggi dan kerja sama serta melibatkan berbagai instansi di kota Medan, tetapi semua itu berpulang pada wali kota Medan jika ada kemauan pasti bisa. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa mengikuti perkembangan jaman maka kota Medan akan tertinggal jauh dari kota-kota lain di indonesia apalagi Asia tenggara, dan pasar-pasar tradisonal di Medan akan sepi ditinggal oleh pengunjung. Apalagi penghujung tahun 2015 ini MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) akan mulai diberlakukan dan dipastikan jika tidak ada perubahan dari pemerintah kota Medan maka bersiap-siaplah warga medan akan menerima dampak resiko dari MEA ini, karena prediksi dari penulis Medan belum siap menghadapi MEA yang sudah didepan mata, jika tidak ada perubahan yang berarti di kota ini.

Sebagai perbandingan dengan pasar tradisonal di negeri jiran Malaysia hal ini dilakukan perbandingan karena jarak antara Medan ke Kuala lumpur hanya ditempuh 45 menit via udara maka sungguh naif rasanya melihat pasar di medan sungguh jauh berbeda dengan pasar tradisional di negeri jiran tersebut seperti di contohkan dalam gambar berikut ini
Pasar tradisional di Malaysia

Pembaca mungkin sudah pasti bisa melihat perbandingan pasar tradisional Medan dengan pasar tradisional di Kuala lumpur memang sungguh sangat jauh berbeda. pasar tradisonal di negeri jiran tersebut bersih rapi dan indah, dan tak bisa dipungkiri jumlah wisatawan asing yang datang ke kuala lumpur kian hari kian meningkat.

Penulis berharap pada walikota Medan sekarang maupun walikota yang akan datang bisa memikirkan pasar-pasar tradisonal di Medan di ubah ke arah yang lebih maju dengan belajar ke negeri jiran tersebut dan penulis berharap kota Medan bisa dijadikan sebagai kota terindah di Asia tenggara sehingga kunjungan wisatawan manca negara meningkat ke kota Medan dan rakyatpun makin sejahtera.


3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!

    Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka KYAI BODAS Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KYAI BODAS..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KYAI BODAS…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KYAI BODAS DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA KYAI BODAS…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>KYAI BODAS<=…
    >>>085-320-279-333<<<

    BalasHapus
  3. Your information is so helpful to us. If you like fishing, we have a good solution for you !!!


    Essen Aroma Keju Paling Jitu

    BalasHapus